AKHIR ZAMAN
Kita telah sampai pada suatu zaman yg majlis ilmu dimana2 namun orang yg hadir hanya untuk berbangga2.
Kita telah sampai di suatu zaman yang mana sekolah2 agama menjamur namun yg belajar hanya untuk tujuan dunia.
Kita telah sampai disuatu zaman yang mana memutuskan hukum hanya bagai membalik telapak tangan belaka.
Kita telah sampai disuatu zaman yg mana menyalahkan orang lain karna perbedaan pendapatnya dianggap biasa.
Kita telah sampai disuatu zaman yg mana mengkafirkan sesama muslim dibenarkan adanya.
Kita telah sampai disuatu zaman yg banyak orang mengaku berilmu namun ia tak tau dasar2nya.
Kita telah sampai dizaman ini. Zaman yg orang2nya telah teramat sangat jauh dari jalan Allah dan Rasulnya.
_
Bukan karena kurangnya pengajaran,
Bukan karena kurangnya dakwah,
Tapi karena Gelapnya hati,
Atau mungkin karena kurangnya Ketaqwaan diri...
MAQOLAH IMAM SYAFI'I
Maqolah Imam syafi'i berkata “Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali''
DOWNLOAD KITAB Qamus Syata’im al-Albani
KAMUS CACI MAKIAN ALBANI
FAKTA ALBANI BUKAN MUHADITS TAPI TUKANG TUDUH,FITNAH DAN TUKANG CACI MAKI !
Pengarang : Sayyid Hasan bin Ali As-Segaf
Penerbit : دار الامام النووي
Bahasa : Arab
Terlalu banyak kalimat cacian, hinaan, dan sumpah serapah yang dilontarkan Muhammad Nashiruddin al-Albani kepada para ulama terdahulu dan zaman sekarang, sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya saking banyaknya. Sampai-sampai ulama asal Yordania, Syaikh Hasan bin Ali As-Segaf merangkum cercaan dan cacian mulut kotor al-Albani dalam sebuah buku berjudul Qamus Syata’im al-Albani (Kamus Caci Maki al-Albani). Buku setebal 206 halaman ini berisi tentang caci-maki al-Albani kepada para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer.
Albani telah menghina dan mencaci maki para ulama dengan ungkapan-ungkapan yang tidak pantas dan tidak layak, beberapa diantaranya adalah:
- himar khassaf (keledai dungu)
- waqah (tidak punya rasa malu)
- syiddatu humqih (sangat tolol!)
- dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
- istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
- jahul (orang tolol!)
- mubtadi’ (ahli bid’ah)
- dhal (sesat)
- kadzdzab (pendusta)
- mumawwih (pemalsu)
- mulabbis (penipu)
- ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
- kanud (kufur nikmat)
- jahil (orang bodoh)
- halik (binasa)
- muta’ashshib (fanatik)
- azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
- thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
- ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
- fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
- huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
- rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)
Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan kerendahan akhlaknya dan ketidaklayakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca! sebenarnya dia sedang mempertontonkan aibnya sendiri!
Jika dia adalah pakar ulama hadits (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercaya dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW? Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja tidak boleh diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (Apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).
Pantaskah ulama hadits berakhlaq seperti itu? Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq yang dia riwayatkan sendiri? Nabi SAW bersaabda :
ليس المسلم بالسّباب ولا بالفاحش ولا البذي
“Bukan seorang muslim yang suka mencaci-maki, berkata kotor, ataupun mencela”
DOWNLOAD DISINI :
Tebal : 206 halaman
http://ia700204.us.archive.org/…/ShtaimAlba…/12773071791.pdf
Jika error
pindah sini : http://www.4shared.com/…/Qamus_Syataim_al-Albani_-_aliy.html
SILAHKAN SEDOT. GRATIS !!
Kita telah sampai pada suatu zaman yg majlis ilmu dimana2 namun orang yg hadir hanya untuk berbangga2.
Kita telah sampai di suatu zaman yang mana sekolah2 agama menjamur namun yg belajar hanya untuk tujuan dunia.
Kita telah sampai disuatu zaman yang mana memutuskan hukum hanya bagai membalik telapak tangan belaka.
Kita telah sampai disuatu zaman yg mana menyalahkan orang lain karna perbedaan pendapatnya dianggap biasa.
Kita telah sampai disuatu zaman yg mana mengkafirkan sesama muslim dibenarkan adanya.
Kita telah sampai disuatu zaman yg banyak orang mengaku berilmu namun ia tak tau dasar2nya.
Kita telah sampai dizaman ini. Zaman yg orang2nya telah teramat sangat jauh dari jalan Allah dan Rasulnya.
_
Bukan karena kurangnya pengajaran,
Bukan karena kurangnya dakwah,
Tapi karena Gelapnya hati,
Atau mungkin karena kurangnya Ketaqwaan diri...
MAQOLAH IMAM SYAFI'I
Maqolah Imam syafi'i berkata “Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali''
DOWNLOAD KITAB Qamus Syata’im al-Albani
KAMUS CACI MAKIAN ALBANI
FAKTA ALBANI BUKAN MUHADITS TAPI TUKANG TUDUH,FITNAH DAN TUKANG CACI MAKI !
Pengarang : Sayyid Hasan bin Ali As-Segaf
Penerbit : دار الامام النووي
Bahasa : Arab
Terlalu banyak kalimat cacian, hinaan, dan sumpah serapah yang dilontarkan Muhammad Nashiruddin al-Albani kepada para ulama terdahulu dan zaman sekarang, sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya saking banyaknya. Sampai-sampai ulama asal Yordania, Syaikh Hasan bin Ali As-Segaf merangkum cercaan dan cacian mulut kotor al-Albani dalam sebuah buku berjudul Qamus Syata’im al-Albani (Kamus Caci Maki al-Albani). Buku setebal 206 halaman ini berisi tentang caci-maki al-Albani kepada para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer.
Albani telah menghina dan mencaci maki para ulama dengan ungkapan-ungkapan yang tidak pantas dan tidak layak, beberapa diantaranya adalah:
- himar khassaf (keledai dungu)
- waqah (tidak punya rasa malu)
- syiddatu humqih (sangat tolol!)
- dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
- istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
- jahul (orang tolol!)
- mubtadi’ (ahli bid’ah)
- dhal (sesat)
- kadzdzab (pendusta)
- mumawwih (pemalsu)
- mulabbis (penipu)
- ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
- kanud (kufur nikmat)
- jahil (orang bodoh)
- halik (binasa)
- muta’ashshib (fanatik)
- azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
- thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
- ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
- fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
- huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
- rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)
Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan kerendahan akhlaknya dan ketidaklayakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca! sebenarnya dia sedang mempertontonkan aibnya sendiri!
Jika dia adalah pakar ulama hadits (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercaya dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW? Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja tidak boleh diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (Apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).
Pantaskah ulama hadits berakhlaq seperti itu? Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq yang dia riwayatkan sendiri? Nabi SAW bersaabda :
ليس المسلم بالسّباب ولا بالفاحش ولا البذي
“Bukan seorang muslim yang suka mencaci-maki, berkata kotor, ataupun mencela”
DOWNLOAD DISINI :
Tebal : 206 halaman
http://ia700204.us.archive.org/…/ShtaimAlba…/12773071791.pdf
Jika error
pindah sini : http://www.4shared.com/…/Qamus_Syataim_al-Albani_-_aliy.html
SILAHKAN SEDOT. GRATIS !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar